Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Februari 2011

Episode Kemapanan

Episode kehidupan terus berjalan. Saat-saat ini adalah masa dimana ketika semua orang bertanya tentang kemapanan hidup. Kerja dimana sekarang? Anak sudah berapa? Tinggal mana? Jika jawaban memuaskan, maka komentarnya “ wahh dah sukses ya sekarang”.
Kalau jawaban yang diberikan tidak memuaskan penanyanya, maka pilihannya dia akan diam, mengganti topik pembicaraan atau bicara seperti ini “ya ga papa, kerja apa aja yang penting halal” atau “sabar ya, mungkin Allah sedang menguji kesabaran kalian” (untuk yang belum punya anak).

Kadangkala, pertanyaan-pertanyaan itu menjadi beban bagi yang ditanya jika belum mencapai kemapanan dalam hidup. Walaupun berusaha bersikap tenang, tetap saja ada bagian kecil dalam hati yang meronta-ronta minta dilepaskan.

Apa yang salah? Tidak ada yang salah, kecuali etos kerja, semangat pantang menyerah dalam bekerja dan berusaha. Harus diakui, sifat-sifat tersebut memang tidak dilahirkan dari bangku sekolah formal. Mengingat sistem pendidikan kita yang masih value oriented. Maksudnya lebih mementingkan nilai hasil belajar, ketimbang prosesnya itu sendiri. Belum lagi penjejalan beragam keilmuan yang kadang tidak dibutuhkan dalam dunia kerja nyata.

Maka tidak heran, jika generasi muda lulusan universitas hanya bermental pencari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja. Begitu pula dengan etos kerjanya, hanya berusaha mencari pekerjaan yang sedikit resikonya tapi besar penghasilannya.
Jadi, bagaimana agar hidup bisa mapan? Kalau mapan diartikan sebagai kekayaan materi, maka maka butuh usaha dan kerja keras untuk meraihnya. Tapia pa benar kekayaan materi membuat anda mapan dalam arti yang lain?

Dalam arti yang lain, mapan bagi saya adalah ketenangan dalam kehidupan. Anak, istri sehat, keluarga bahagia, walaupun uang gaji pas buat hidup sebulan. Alhamdulillah bisa disyukuri. Malah ditengah ke pas-pasan itu masih tetap bisa bersedekah dan berzakat.

Anda sendiri, bagaimana mendefinisikan kata “mapan?”